Review Stranger things Season 1
Stranger Things berlatar pada tahun 1983. Stranger Things berkisah tentang anak-anak berusia 12-13 tahun di sebuah kota kecil bernama Hawkins yang mencari seorang anak yang bernama Will Byers yang hilang tak berbekas. Pencarian Will ini pun berpengaruh pada berbagai karakter yang ada, mulai dari ibunya, Joyce (diperankan Winona Ryder), kakaknya, Jonathan (Charlie Heaton), seorang polisi lokal, Jim Hopper (diperankan David Harbour) dan terutama ketiga sahabat karib Will, Mike (diperankan Finn Wolfhard), Dustin (diperankan Gaten Matarzzo), Lucas (diperankan Caleb McLaughlin). Saat Will hilang, Mike memimpin teman-temannya untuk mencoba menelusuri jejak Will. Penyelidikan ketiga teman Will ini perlahan-lahan mengungkap sebuah rahasia yang menghantui kota Hawkins. Hal-hal aneh pun mulai terjadi, mulai dari kemunculan gadis kecil berkekuatan super yang dipanggil Eleven (diperankan Millie Bobbie Brown), kemunculan monster di beberapa tempat, hingga laboratorium misterius di pinggir kota.
Satu hal yang aku suka adalah Stranger Things memiliki kesan tahun 80-an yang konsisten nya terjaga. Latar 80-an ini pun disajikan dengan detil dan akurat, dengan visual yang keren. Keunikan dari serial ini adalah percampuran beberapa tema yang berhasil digabung dengan indah. Di satu episode, kita merasa Stranger Things merupakan serial petualangan sci-fi ala Alien, namun di episode yang lain kita akan dibawa merasakan nuansa horor supranatural dan kita juga merasa seperti menonton serial remaja dengan unsur drama yang ringan.
Stranger Things Season 1 ini hanya memiliki delapan episode. Setiap episode terasa membawa konflik cerita ke tahap yang lebih tinggi. Di setiap episode satu-persatu potongan misteri terungkap, godaan untuk melanjutkan menonton hingga habis akan sulit dirasakan. Stranger Things ini sangat kuat dalam pengembangan karakternya. Serial ini mudah untuk disukai, sehingga akan menarik minat dan mengundang rasa penasaran kita. Semua karakter digerakkan dengan jalan cerita yang terbilang sulit untuk ditebak arahnya. Sebuah jalan cerita yang kita pikir sudah ketahuan ke mana arahnya, tapi cerita kita tersebut sia-sia belaka. Setiap episodenya dari delapan episode bisa dibilang sama kerennya meski memiliki tujuan dan karakteristik masing-masing. Salah satu hal yang bikin penasaran adalah setiap karakter yang diceritakan memiliki penggalan puzzle misteri yang berbeda, dan pastinya akan sangat berguna jika mereka saling bertemu. Karakter anak-anak dalam Stranger Things ini terkesan lebih serius dan sangat tegang dalam setiap kisahnya.
Kesimpulannya, Serial Stranger Things ini tidak ke arah horor yang tipe kaget-kagetan, tetapi seperti drama pemecahan misteri yang penuh dengan tanda tanya. Cukup mudah untuk mengikuti serial ini, mengingat durasi yang hanya sekitar 50 menit setiap episodenya. Untuk para penggemar film misteri tidak akan rugi untuk menyaksikan serial ini dari awal hingga akhir.




Komentar
Posting Komentar